MERAPI, adalah nama gunung yang termasuk dalam deretan gunung teraktif di dunia. Gunung yang terletak diantara 2 daerah, yaitu Jawa Tengah (Semarang) dan DI Yogyakarta ini memiliki ketinggian sekitar 1700 meter (5600 kaki). Menurut bahasa jawa, MERAPI berasal dari kata Meru-Api. Meru berarti Gunung, mengacu pada gunung mistis dalam Hinduisme. Sedangkan Api berarti api. Jadi Meru-Api memiliki arti keseluruhan = Gunung Api.

Berdasarkan sejarahnya, sang Merapi ini pernah berkali-kali meletus. Yang baru-baru saja terjadi yaitu letusan pada tanggal 26 Oktober 2010, dan runtutan letusan-letusan berikutnya, namun yang paling besar yaitu letusan tanggal 5 November 2010 dini hari. Letusan yang membuat badan pengamat kegunung apian menaikkan zona aman menjadi 25 kilometer dari gunung merapi. Sontak membuat pengungsi yang semula masih di zona aman harus segera di evakuasi menjauh dari titik pengungsian merapi yang sudah ada. Proses evakuasi ini membuat pengungsi menjadi panik. Di tengah pengevakuasian pengungsi ke zona aman, hujan abu, hujan pasir, beserta hujan kerikil, menghujani deras lereng merapi, sehingga tak terelakkan seluruh tubuh pengungsi diselimuti abu dan pasir yang sangat tebal.

Ini ada beberapa foto merapi & situasi di lereng merapi (sleman) yang sempat saya abadikan:

30/10/10 Mobil Didepan Rumah Penuh Abu

 

30/10/10 Di Pinggir Jalan Kaliurang (km 12)

 

30/10/10 Pengendara Sepeda Motor Penuh Abu

 

30/10/10 Sepeda Motor di Selimuti oleh Abu Vulkanik

01/11/10 Sekitar pukul 10.00 Meletus, Awan Panas ke arah Timur

 

01/11/10 di Lingkungan Kampus UII Terpadu Masih Banyak Abu

04/11/10 Abu yang Membumbung Tinggi Terlihat dari Depan Rumah

04/11/10 Terlihat Jelas Letusan Merapi Ke Arah Barat

 

 

04/11/10 Bertemu dan Berbincang Dengan Salah Satu Tim SAR
Pak Totok (Tim SAR)

Mohon maaf pada letusan besar tanggal 05/11/10 dini hari, tidak ada foto yang sempat saya abadikan, karena masalah keselamatan. Karena pada saat itu terjadi hujan kerikil, hujan abu, hujan pasir dan diiringi hujan air dengan kondisi listrik padam, hingga tingkat bahaya yang sangat tinggi serta kepanikan yang  memuncak. Oleh karena itu saya memutuskan untuk tidak mengambil risiko, dan segera menyelamatkan diri.

 

*Namun sekarang tidak usah khawatir akan hal itu, Jogja masih nyaman dan ramah untuk di kunjungi.🙂